Peranan media video dalam pemasaran memang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi dengan maraknya E-commerce atau komersial elektronik menggunakan internet. Tidak heran jika penggunaan video pun bisa dimaksimalkan sebagai cara menarik pembeli dan meningkatkan konversi penjualan. Namun bagaimana cara membuat video produk untuk e-commerce yang baik? Simak ulasan berikut.
Hal Yang Wajib Diperhatikan Di Dalam Video
baca juga: Emotional Branding – Memikat Konsumen Dengan Video Produk Yang Menggugah Emosi
1. Isi Video Sesuai Dengan Informasi
Isi video tentunya harus sesuai dengan konten dan juga informasi yang ingin disampaikan. Biasanya, video e-commerce memiliki durasi yang lebih pendek. Karena itu, informasi dibuat sesingkat mungkin, tanpa bertele tele, tapi juga sejalan dengan produk dan informasinya. Sebut saja konten mengenai layanan bank, maka harus berkaitan dengan keuangan.
Konsep, ide cerita, dan storytellingnya pun bisa diolah sedemikian rupa sehingga akan memberi pesan moral. Perlu diingat, jika manusia juga punya kecenderungan untuk fokus dalam 5-8 menit pertama. Karena itu, video pun harus dibuat sebaik mungkin di dalam waktu tersebut sehingga penonton akan bertahan untuk melihat serta membeli produk.
2. Penambahan Pesan, Moral, Dan Emosi
Dalam dunia bisnis, Anda tidak hanya fokus pada konversi angka penjualan saja tapi juga membuat pembeli kembali dan memiliki keterkaitan dengan produk. Di sinilah, video produk untuk e-commerce bisa dibumbui dengan pesan, moral, dan emosi yang tepat. Jika isi video digodok dengan maksimal, pembeli pun bisa merasakan keterkaitan pada informasi.
Sebut saja seperti video komersial yang menceritakan aktivitas olahraga rutin agar tubuh lebih sehat. Video dibumbui dengan kata bijak, humor, hingga pesan unik, sehingga ada kesan yang menarik pembeli untuk melakukan hal yang sama. Cara ini cukup sering diterapkan untuk produk makanan diet, suplemen, bahkan peranti olahraga khusus.
3. Pemilihan Audio Yang Tepat
Sama halnya dengan isi video yang tepat, audio pun harus disesuaikan. Elemen audio bisa berupa musik, voice over, lagu, instrumen, hingga suara pelakunya. Setiap musik dan audio punya kesan yang berbeda. Ada musik yang sendu, senang, memotivasi, seram dan lain lain. Target demografi pasar pun akan berpengaruh juga pada pemilihan musiknya.
Bayangkan saja jika produk permainan anak tapi menggunakan lagu sendu cinta. Pasti tidak selaras. Karena itu, video produk untuk e-commerce perlu audio yang tepat. Sesuaikan dengan alur cerita, informasi, tujuan, dan juga produk. Anda bisa membuat audio pribadi, merekam suara secara langsung, atau menggunakan musik publik. Yang penting jelas dan tidak melanggar hak cipta.

4. Pastikan Gambar Dan Teks Jelas
Selain audio, pastikan juga gambar atau teks yang ada di dalam video tampak jelas. Perlu diingat bahwa penonton akan membutuhkan waktu untuk membaca teks. Jadi pertimbangkan durasi baca agar informasi tersampaikan. Perhitungkan juga ukuran gambar dan teks, sehingga tidak menutupi layar tapi juga tidak terlalu kecil untuk dilihat dan dibaca.
5. Proporsi Dan Teknik Yang Tepat
Dalam meracik video yang baik maka perlu juga ilmu dan teknik yang baik pula. Kendati siapapun bisa turun dan merekam videonya sendiri, tapi sentuhan profesional akan membuat video lebih maksimal. Seperti proporsi gambar, lokasi, teknik rekam, hingga skill edit. Jika dieksekusi secara baik, maka video produk untuk e-commerce pun akan lebih efektif.
Tidak bisa dipungkiri jika sebuah video komersial semakin berkembang pesat dengan banyaknya media online dan video online. E-commerce pun semakin canggih dan menarik karena dukungan video online hingga live. Karena itu investasikan biaya untuk video dan foto yang maksimal bersama jasa fotografer atau videografer terbaik, seperti Mirai creative sekarang juga.


